kelu lidah nak berkata, pedih hati makin terasa.
mana nak di luah hati yang luka, jiwa kecewa sang gelap bertakhta.
wajah derita, batin tersiksa
kata kita menjadi dusta, kata mereka menjadi bangga.
pekak telinga butakan mata, sang kecil tercicir menjadi mangsa.
segenggam nasi di pagi hari, malam entah siapa yang tahu.
menagih kasih nasib sendiri, menangis simpati, tak siapa membantu.
dalam genggam ada janji, dalam janji ada sumpah
dalam setia ada erti, dalam erti itu... entah!
mana lagu, pengubat zaman
mana bantu, menolak angan
mana hati, mari luahkan
mana teguh, aku nantikan